PERAN MAHASISWA DI ERA MILLENIAL

Peran mahasiswa dalam sejarah perjalanan Indonesia sangatlah besar, terbukti dengan tercatatnya beberapa pergerakan mahasiswa yang telah mampu membawa perubahan yang sangat drastis. Mahasiswa sebagai agen perubahan sudah sewajarnya selalu berupaya untuk mengaktualisasi diri demi masa depan yang cerah. Sebagai kaum intelektual muda, seorang mahasiswa harus sadar akan gelar maha yang sedang disandang, kita harus mengimplementasikan tugas dan fungsi mahasiswa secara menyeluruh. Kesadaran akan posisi sebagai mahasiswa haruslah bertanggung jawab akan persoalan-persoalan sosial masyarakat yang terjadi di sekitar kita.
Kecenderungan berfikir tugas mahasiswa hanya untuk belajar demo medapatkan nilai yang bagus harus dikikis secara integral. Sebagai kaum yang tercerahkan seorang mahasiswa harus berfikir secara visioner demi kemajuan yang dicita-citakan bangsa dan negara. Mahasiswa harus kritis dalam menanggapi isu-isu sosial politik, sosial ekonomi dan sosial masyarakat yang tidak memihak kepada rakyat. Sebagai perwujudan dari tri dharma, perguruan tinggi sudah sepatutnya mahasiswa harus berperan aktif dalam membela tindakan-tindakan pemerintah yang memandang rendah kepada rakyat. Sebagai penghubung antara masyarakat dan pemeritah, sudah menjadi tanggung jawab mahasiwa untuk peka dalam menyuarakan keadilan terhadap penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat.
Meski begitulah yang terjadi hari ini, kepercayaan dan semangat pemuda untuk melakukan perubahan bagaimanapun tidak boleh padam. Hukum terkadang tidur, tetapi hukum tidak pernah mati. Kita harus percaya bahwa setiap orang mempunyai peran dan cara berbeda untuk ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Demikian juga mahasiswa. Sebagai salah satu representasi generasi muda yang ada di Indonesia, ke hadiran mahasiswa sangat dirindukan di mana-mana.
Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kiranya itulah slogan tridarma perguruan tinggi yang melekat secara tidak langsung kepada teman-teman mahasiswa. Ada dua dimensi belajar yang ditempa dalam diri mahasiswa. Pertama untuk memperkukuh basis intelektual yang dimiliki, dan kedua untuk mempertajam nalurinya terhadap realitas sosial yang dihadapi secara langsung di tengah masyarakat. Itulah mengapa tantangan bagi mahasiswa hari ini tentu akan berbeda. Mahasiswa tidak cukup aksi, orasi, dan berdemonstrasi, tetapi yang ditunggu juga karya dan inovasi. Itulah generasi Millennial era kekinian.
Mahasiswa dan pemuda sekarang merupakan pemimpin dimasa yang akan datang, kemudian yang menjadi pertanyaan besar apakah mahasiswa dan pemuda sekarang sudah siap untuk melanjutkan kepemimpinan para orang-orang yang mengambil kebijakan dan penguasa di pemerintahan indonesia sekarang untuk masa yang akan datang? Bagaimana kondisi Indonesia dalam 20 tahun kedepan ketika semua lini jabatan pemerintahan dikuasi oleh generasi Millennial

NASIB INDONESIA DI MASA YANG AKAN DATANG
Kehidupan mahasiswa sekarang sebagai generasi millennial  yang serba instan juga menjadi indikator akan nasib bangsa ini dimasa depan, sifat malas dan narsis secara berlebihan menjadi sebuah ketakutan akan nasib Indonesia yang akan membawa ke ambang kehancuran. Bagaimana tidak dalam 20 tahun kedepan diprediksikan Indonesia akan didominasi oleh generasi millennial, mereka akan menempati semua posisi-posisi penting dipemerintahan.
Jika generasi sekarang masih bermalas malasan dan tidak terbiasa bekerja dibawah tekanan apalagi generasi yang dan kurang peka terhadap kondisi sosial politik, maka tak heran jika Indonesia dimasa yang akan datang menjadi masa-masa kelam di bawah mahasiswa sekarang sebagai generasi millennial.
Kondisi seperti ini juga diperparah akan posisi mahsiswa sekarang yang bisa kita istilahkan sebagai aktivis-net, mereka merupaakn para aktivis mahasiswa yang sering berkoar koar dan mengkritik para pemimpin bangsa di media sosial hanya demi untuk mendapatkan ketenaran dan hanya untuk supaya bisa dikenal banyak orang. Kritikan-kritikan pedas yang mereka lontarkan sungguh sangat kurang etis, karena mereka hanya mengkritik tanpa solusi pencerahan yang bisa ditawarkan.
Maka harapan besar akan nasib Indonesia dimasa mendatang betul-betul tergantung akan generasi sekarang. Selagi masih ada waktu dan kesempatan mari kita rubah kebiasaan buruk dan dengan cara berkarya lah salah satu jalan setidaknya dapat menunda jatah masa kehancuran Indonesia dimasa yang akan datang. Buktikan bahwa mahasiswa sekarang sebagai generasi millenial bisa membuat sebuah peradaban yang luar biasa akan masa-masa kejayaan Indonesia di kemudian hari.

Comments